Wednesday, May 28, 2014

KISAH TIGA BERSAUDARA Bagian I

Disuatu desa ada tiga anak perempuan yang menjalani kehidupan tanpa kedua orang tua.Bukan karna orang tuanya menelantarkan tapi karna suatu takdir yang memang semua makhluk dibumi tidak bisa mengelaknya.Tahun 2009 salah satu dari orang tuanya meninggal dunia yaitu ibunya.Mereka bertiga mencoba menghadapi kenyataan itu dengan tabah dan pasrah menerima cobaan yang sedang dialaminya.Itu saat pertama yang paling berat dialami karna mereka bertiga belum mempunyai pengalaman dan baru saat itu mengalami rasanya kehilangan orang tua.Hampir stres saat ditinggalkan ibunya karna pada beliau mereka meletakkan semua beban kehidupan.Seperti tidak punya keinginan untuk menjalani kehidupan yang masih panjang.Waktu terus berlalu ,perlahan mereka memulai lembaran baru dan hidup tanpa seorang ibu .
Salah satu dari tiga bersaudara ada yang sudah menikah tapi setelah ibunya meninggal rumah tangganya mulai retak.Suaminya tidak mau ikut campur urusan keluarganya .Yang difikirkan hanya kepentingannya sendiri.Kedua adiknya akhirnya melanjutkan kehidupannya dengan berjuang sendiri untuk bisa bertahan hidup.Alhamdulilah keduanya sudah mulai berhasil dan bisa sedikit membantu kebutuhan keluarganya.Berjalannya waktu akhirnya kakaknya yang sudah menikah dikaruniai seorang anak perempuan.Rumah tangganya bukanya tambah harmonis tapi malah lebih retak ,selalu ada pertengkaran,cekcok dll.Cobaan yang kedua pun datang yaitu kakanya memilih untuk berpisah atau bercerai.Sebenarnya mereka tidak ingin perceraian  itu terjadi,tapi bagaimana lagi kalau diteruskan yang ada hanya membuat tidak nyaman dikeluarga itu .

Suaminya membawa anaknya tanpa ada kesepakatan dari kedua belah pihak,tak ada daya untuk mengambil anaknya akhirnya istrinya merelakan anaknya untuk dibawa suaminya.Menjalani hari tanpa seorang anak yang telah dilahirkannya memang sangat menyakitkan ,tapi bagaimana lagi kalau itu memang harus dijalani.Semangat dari keluarga,saudara dan tetangga membuatnya untuk mencoba tegar menghadapi kenyataan itu walaupun dalam batin sebenarnya sangat sakit.Kemudian dia memilih untuk pergi bekerja  dari pada dirumah yang ada hanya merasakan kesakitan.Akhirnya ketiga bersaudara itu mulai sedikit demi sedikit membaik keuangannya.Mereka saling membantu siapa yang sedang membutuhkan bantuannya.Sebulan sekali mereka menyempatkan menjenguk anak atau ponakannya walaupun kadang kita tidak diperbolehkan untuk bertemu.Tanpa patah semangat mereka selalu mengusahakan utuk bertemu.Bersambung

No comments:

Post a Comment